Sabtu, 12 Maret 2011

Python dan PDF di Linux


Setelah mencari-cari bahasa dan tools pemrograman apa yang sekiranya cocok dipakai untuk menulis kode program di Linux, akhirnya diputuskanlah untuk menggunakan Python, dengan IDLE sebagai IDE nya. Sebelumnya sempat melihat-lihat bahasa C++ dengan Geany & Anjuta sebagai IDE nya. Kemudian juga melihat-lihat bahasa C# dengan MonoDevelop sebagai IDE nya.


Juga sempat cari-cari referensi soal GTK, GTK+ , GTK#, dan QT untuk membuat GUI program aplikasi di Linux. Geany katanya sangat cocok untuk pemula yang mau belajar bahasa C/C++ . karena sangat ringan & sederhana programnya. Anjuta dinilai terlalu berlebihan sebagai IDE bagi pemula yang ingin belajar bahasa C/C++.


Sementara MonoDevelop katanya sangat bagus untuk membuat aplikasi berbasis C# . Namun sempat lihat situs resminya, katanya Linux Ubuntu belum didukung secara resmi oleh perusahaan pengembangnya, masih berupa dukungan komunitas untuk paket MonoDevelop yang tersedia bagi Linux Ubuntu. Distro linux yang didukung secara resmi oleh perusahaan pengembangnya adalah Linux Suse.



Saya tahu bahasa yang sepertinya native di Linux, ialah Bahasa C dan Python. Jadi ingin belajar kedua bahasa ini. Mudah-mudahan kalau bisa menguasai kedua bahasa ini, bisa membuat program mulai dari level Linux Desktop hingga Linux Server, dan mampu melakukan pemrograman Jaringan Linux.


Sempat juga terlihat Java telah tersedia di Ubuntu Software Center, untuk IDE nya tersedia Eclipse & Netbeans. Saya sangat berminat terhadap pemrograman OOP (Object Oriented Programming). Jadi untuk di Linux akan memilih bahasa C++ dan Python sebagai bahasa pemrograman yang dipakai.


Setelah melihat-lihat di forum-forum Linux dan mencoba mengeksplorasi Ubuntu Software Center dan Synaptic Package Manager. Saya melihat bahwa Interpreter Python versi 2.6 sudah terinstal di Ubuntu 10.10 . Kebetulan Python versi 2.6 ini juga saya instal di komputer yang menggunakan OS Windows, untuk belajar pemrograman Python di OS Windows.



Berarti menurut saya, hanya perlu menginstal IDLE (Python IDE) untuk melengkapi interpreter yang sudah duluan terinstal. Ternyata saya menemukan bahwa aplikasi teks editor, yaitu Gedit juga telah memiliki fitur Highlight Mode untuk bahasa Python. Kemudian Calculator di Ubuntu 10.10 ini juga telah memiliki Mode untuk pemrograman.


Jadi kesimpulan saya, Linux Ubuntu 10.10 ini memberikan dukungan yang lebih besar terhadap hobi pemrograman ketimbang OS Windows. Di Windows kita harus mendownload dan menginstal paket Python sendiri, kemudian Notepad bawaannya tidak mendukung fitur syntax highlight, Kalkulator nya juga tidak ada mode pemrogramannya.


Bahkan untuk bisa menjalankan Python melalui Command Prompt di Windows kita harus mengedit Variabel Enviroment dan Ext Environment terlebih dahulu. Sementara di Linux kita tidak perlu melakukan kedua hal itu, di Linux Ubuntu 10.10, kita cukup mengetikan kata python di terminal, dan otomatis, python shell pun langsung berjalan di terminal.


Saya lebih duluan belajar Python di Windows daripada di Linux. Dan hingga saat ini ternyata cara untuk melakukan pemrograman menggunakan bahasa Python baik di Windows maupun Linux tidak berbeda. Hal ini mempermudah kita yang sedang belajar, untuk coding dan menjalankan script yang kita buat baik di Windows maupun Linux. Dan ternyata script yang saya buat di Windows pun mampu di jalankan di Linux.


Saya sudah mencoba membuat GUI menggunakan Tkinter, ternyata dengan Tkinter kita bisa membuat GUI dengan python tanpa perlu menginstal program tambahan. Sebelumnya saya mengira harus belajar Gnome atau GTK dulu untuk membuat GUI program yg saya buat dengan bahasa Python di Linux Ubuntu 10.10 .


Sebelumnya juga sempat bingung bagaimana caranya menampilkan file berformat PDF di Ubuntu. Kalau di windows kan bisa menggunakan Adobe Reader atau Foxit Reader . Ternyata kalau di Ubuntu sudah terinstal software Document Viewer, sempat bingung karena Document Viewer nya tidak muncul di menu start Ubuntu. Ternyata kita bisa mengaksesnya dengan mengklik kanan di file PDF di Window Explorer nya Ubuntu. Saya mengetahui bahwa Document Viewer sudah terinstal, dengan melihat di Ubuntu Software Center.


Semakin asyik saja menggunakan Linux ini dan jadi semakin bertambah yakin bahwa Linux bisa menggantikan Windows yang selama ini saya pergunakan untuk melakukan pekerjaan dengan komputer setiap hari.

9 komentar:

  1. infonya bagus mas...tapi saya rada kurang paham nih,maklum pemula....sy mau tanya nih mas..
    1. bagaimana memunculkan IDLE python (python shell) pada ubuntu layaknya di os windows...
    2. sy udh coba buat script bahasa python pada gedit text editor di ubuntu.apakah bisa di runing script tersebut dengan terminal?
    trima kasih banyak sbelumnya...

    arya

    BalasHapus
  2. @Arya
    Untuk jawaban Nomer 1:
    secara default, IDLE tidak langsung terinstal di Ubuntu 10.10 . kalau interpreter Python 2.6 memang sudah terinstal secara langsung di Ubuntu 10.10 ketika kita menginstal Ubuntu 10.10. oleh karena itu kita perlu menginstal IDLE terlebih dahulu. Caranya: klik di bagian Applications -> Ubuntu Software Center. kemudian di kotak Search/Pencarian Ubuntu Software Center (letaknya sebelah kanan atas), ketikan IDLE. maka akan muncul hasil pencarian yang menampilkan sejumlah IDLE untuk beberapa versi interpreter Python.

    karena saya lihat di Ubuntu 10.10 saya sudah terinstal interpreter Python 2.6 , maka saya memilih menginstal IDLE untuk Python versi 2.6 . cara untuk menegetahui interpreter versi berapa yg terinstal di ubuntu kita adalah dengan mengetikan kata "python" di kotak Pencarian tadi. lihat di daftar hasil pencarian yg muncul setelahnya. lihat interpreter versi berapa yang ada tanda centang berwarna hijaunya. Instalah IDLE yg sama versinya dengan versi interpreter yang sudah terinstal di Ubuntu kita.


    cara instalnya klik aja tulisan IDLE versi yg sesuai, kemudian akan terlihat tombol instal, klik tombol itu, biarkan ubuntu mendownload & menginstal nya. kalau di minta password, berikan password kita. setelah instalasi selesai. maka di menu Applications akan muncul segmen menu baru, yaitu: Programming, yg disebelah kanannya akan muncul menu IDLE.

    mohon diingat, bahwa sebelum mendownload & menginstal IDLE mohon koneksi internet anda dihidupkan & dikoneksikan terlebih dahulu, karena semua proses di Ubuntu Software Center membutuhkan koneksi internet.

    BalasHapus
  3. @Arya
    Untuk jawaban nomer 2:

    tentu saja script tersebut bisa dijalankan melalui Terminal di Linux Ubuntu 10.10 . caranya buka terlebih dahulu software Terminal anda. misalnya anda menyimpan script anda di direktori /home/arya/Documents/latihan 1.py . ubah terlebih dahulu directory anda ke folder dimana file tersebut berada (dalam contoh ini di folder Documents). caranya ketik: cd /home/arya/Documents . ketika sudah berada di folder Documents maka kita sudah bisa menjalankan script Python yang hendak kita jalankan(dalam contoh ini nama file nya: latihan 1.py). menjalankannya dengan mengetik perintah: python latihan 1.py

    maka script anda sudah berjalan. perintah lain di Terminal yg berguna selama mempelajari Python adalah pwd dan ls . pwd untuk melihat di direktori mana kita sedang berada sekarang . ls untuk menampilkan daftar file/folder yg berada di dalam direktori itu.


    untuk memperlajari lebih lanjut mengenai perintah Terminal Linux, anda bisa membaca nya di:

    http://linuxcommand.org/

    BalasHapus
  4. @Arya kemarin saya juga menemukan link menarik berisi tutorial untuk membuat GUI di Python dengan memanfaatkan Tkinter, tutorialnya bisa dilihat di:

    http://www.pythonware.com/library/tkinter/introduction/introducing-tkinter.htm

    Tkinter tidak perlu diinstal lagi, karena sudah menjadi satu dengan Python Interpreter, jadi tinggal tulis kodenya & jalankan. maka GUI akan tercipta baik di Ubuntu maupun Windows.
    kode script python yg sama bisa dijalankan baik di Windows maupun Ubuntu 10.10. Selamat mencoba, silahkan bertanya lagi jika ada kesulitan.

    BalasHapus
  5. waaah sip siip infonya terimakasiiiih banyak mas...udah dicoba bisa semua..tinggal Tkinter nya lagi ntar dicoba..
    ternyata pada gedit text editor mendukung penulisan script barbagai bahasa pmrograman..sdh sy coba dan bisa diruning pada terminal.trimakasih mas...makin seneng nih sama linux...

    sbelumnya saya mempelajari bahasa fortran dan matlab untuk kepentingan numerik dan komputasi, sekarang sy coba beralih ke python krn kesederhanaanya dan kemudahannya...selain itu juga karena python freeware..

    jika ada kesulitan,sy boleh kan bertanya lagi? ^_^

    BalasHapus
  6. @Arya

    silahkan mas bertanya. jika saya tau akan saya jawab dengan senang hati. saya senang berbagi ilmu. benar sekali, Gedit memang bisa digunakan untuk menulis berbagai bahasa pemrograman. saya nanti ingin menggunakan Gedit untuk belajar menulis kode program dalam bahasa C atau C ++ juga, compiler nya menggunakan GCC (GNU C Compiler). saya lihat GCC ini sudah terinstal secara default pada saat kita menginstal Ubuntu 10.10 .


    karena Bahasa C merupakan bahasa inti di OS Linux. jadi menurut saya dengan menguasai Python dan C/C++ kita sudah bisa melakukan pemrograman di Linux mulai dari level Desktop hingga Server, termasuk pemrograman jaringan.

    BalasHapus
  7. mas great sekali infonya
    mmhh btw saya ni newbe dan memang tertarik mempelajari phyton
    kira-kira jika saya ingin membuat monitoring sever (melakukan pingtest dan mengecek persedian hardisk serta mengecek protokol seperti Ftp,Http dll) itu gimana ya?
    bisa kasih pencerahan ga mas? hehe
    mungkin saya bisa saling diskusikan
    thanks


    email : agusbrata@gmail.com

    BalasHapus
  8. Mf mau tanya saya punya skrift windows tpi sy ingin skrift itu jalan di linux bgm caranya?

    BalasHapus
  9. Assalamualaikum, maaf admin mau tanya, saya ada ketertarikan untuk belajar python, kebetulan sekali saya pengguna windows, kalo saya tidak salah baca, kayaknya ada kalimat yang bunyinya *bahasa windows tidak berbeda dengan linux(disini saya beranggapan bahwa pengoprasiannya sama) benar begitukah? Saya sempat baca postingan orang mengatakan linux lebih mudah digunakan dari pada windows, benar demikian? Makasih, wassalam

    BalasHapus

silahkan mengisikan komentar apa aja, bebas aja, disini tempatnya ngomong bebas