Minggu, 23 Mei 2010

Microbloging

Pada beberapa waktu yang lalu saya sempat mengalami kesulitan dalam menggunakan Twitter. Terasa sangat sulit untuk terhubung dengan orang-orang di Twitter, sehingga terasa bahwa saya seperti ngomong sendiri. Akhirnya saya menjadi lebih aktif di situs microbloging buatan Indonesia, yaitu Koprol.


Karena disitus Koprol ini diskusi berjalan dengan lancar, saya sering mendapat komentar mengenai apa yg saya tulis. Saya pun senang mengomentari tulisan orang lain, dan mendapatkan feedback dari orang tersebut. Setelah beberapa saat bergaul di situs Koprol, mulai ada beberapa member Koprol yang mulai mempromosikan account Twitter mereka. Saya pun mencoba membalas postingan tersebut dengan memberikan link situs Twitter saya.


Setelah beberapa lama jumlah follower saya di Twitter semakin bertambah, saya pun mulai memfollow balik beberapa user Twitter baru. Para user twitter itu ada yang sudah banyak memposting & memiliki banyak follower, ada user yang baru sedikit memposting & memiliki sedikit follower.


Komunikasi di Twitter dengan member-member Koprol ini berjalan dengan lebih intensif. Aneh juga, kenapa kalau dengan sesama user Twitter yang bukan member koprol, percakapannya kurang intensif ya? Malahan ada beberapa member yang kemudian meng add account Facebook milik saya. Suatu misteri komunikasi yang menarik untuk dipelajari.


Kalau sebelumnya saya hanya memforward tulisan saya di Koprol ke Twitter, sekarang saya menulis sendiri postingan di Twitter. Saya terus membaca berbagai hal mengenai social media, bagaimana cara menggunakan Twitter secara lebih efektif. Hal ini didorong oleh keheranan saya akan situs microbloging yang satu ini. Twitter sanagt populer, namun cukup membingungkan untuk membuat diri kita populer di Twitter.


Saat ini, kalau sedang blogwalking, saya lebih memilih memasukan alamat web microbloging milik saya, ketimbang alamat blog ini. Hal ini dikarenakan saya lebih sering mengupdate postingan di microblog ketimbang di blog ini. Komunikasi di microblog juga bisa berjalan lebih sering & lancar, hal ini bisa meningkatkan kepedulian orang lain tentang apa yang saya tulis.



Saat ini saya mulai menggunakan tools semacam: Echofon, Flock Browser, Tweetdeck untuk mulai memahami percakapan di microblog. Twitter search, maupun Google search yg menggunakan data dari Twitter juga mulai saya pelajari. Sekarang mulai ada trend social media yang berbasis lokasi. Meskipun saya kurang senang mempublish lokasi saya di internet, namun saya berharap lokasi yang dishare oleh orang lain bisa membawa manfaat yang baik bagi saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan mengisikan komentar apa aja, bebas aja, disini tempatnya ngomong bebas