Minggu, 30 Mei 2010

Foursquare, Polling, Bisnis Location Based

Beberapa waktu ini saya rajin membaca situs mashable.com . Isi situs ini sangatlah bagus, apabila kita mencari informasi mengenai sosial media. Di Mashable.com dibahas juga mengenai peranan bisnis di ranah sosial media. Sekarang yang lagi ngetrend itu adalah microblog dan layanan berbasis lokasi. Ditambah pula dengan munculnya layanan yang berbasiskan pada polling.


Jadi di layanan polling ini, para peserta dapat mengajukan sebuah tema, yang kemudian para pengguna internet lainnya dapat menjawab pertanyaan atau mengajukan sebuah pertanyaan mengenai tema tersebut. Bisa juga memilih sejumlah pilihan pernyataan, yang kemudian pilihan-pilihan itu akan dihitung secara statistik.


Yang mengherankan bagi saya adalah Google telah meluncurkan layanan semacam ini sejak tahun 2008, yaitu melalui Google Moderator. Namun ternyata hingga tahun 2010 ini, layanan ini masih juga belum populer digunakan. Saya melihat trend layanan polling ini baru mulai semarak di tahun 2010.


Menurut berita di Mashable.com dikatakan bahwa Google telah mengintegrasikan layanan Google Moderator ke Youtube. Sehingga para penonton video di Youtube bisa langsung melakukan diskusi & melihat kadar popularitas video tersebut.



Kalau bidang bisnis, semacam perusahaan, sepertinya di tahun 2010 ini mulai tertarik dengan layanan situs sosial media yang berbasis lokasi, seperti contohnya Foursquare, Gowalla. Dan jangan sampai kita lupakan adalah peristiwa akuisisi Koprol oleh Yahoo. Ini menunjukan betapa menariknya layanan info lokasi ini.


Perusahaan menggunakan info dari layanan berbasis lokasi ini untuk menjaring calon pelanggan. Mereka bisa mempromosikan lokasi bisnis mereka dengan cara menaruh review & peta di situs semacam Foursquare. Mereka juga memberikan iming-iming berupa badges & sejumlah bonus fisik bagi pengunjung yang secara teratur mendatangi lokasi bisnis mereka.


Dalam bidang periklanan online, info lokasi juga baik untuk melihat mobilitas masyarakat yang merupakan pengguna produk yang mereka iklankan. Sehingga dengan melihat kebiasaan hidup si calon pembeli, maka bisa dirancang komunikasi periklanan yang lebih efektif dan mengena.


Cuma saja layanan berbasis lokasi ini masih menuai sedikit kekhawatiran, yaitu kekhwatiran mengenai privacy seseorang. Disamping itu masih mahalnya harga smartphone yang sudah dilengkapi fitur GPS, juga menyebabkan sedikitnya pengguna sosial media berbasis lokasi ini.


Dulu pas boomingnya smartphone Blackberry, sejumlah produsen handphone Cina telah berhasil menciptakan hp online dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga sebuah Blackberry. Nah dikala sekarang sedang ngetrend layanan sosial media berbasis lokasi, akankah produsen handphone Cina kembali bisa meluncurkan handphone berfitur GPS yang memiliki harga murah???

Minggu, 23 Mei 2010

Microbloging

Pada beberapa waktu yang lalu saya sempat mengalami kesulitan dalam menggunakan Twitter. Terasa sangat sulit untuk terhubung dengan orang-orang di Twitter, sehingga terasa bahwa saya seperti ngomong sendiri. Akhirnya saya menjadi lebih aktif di situs microbloging buatan Indonesia, yaitu Koprol.


Karena disitus Koprol ini diskusi berjalan dengan lancar, saya sering mendapat komentar mengenai apa yg saya tulis. Saya pun senang mengomentari tulisan orang lain, dan mendapatkan feedback dari orang tersebut. Setelah beberapa saat bergaul di situs Koprol, mulai ada beberapa member Koprol yang mulai mempromosikan account Twitter mereka. Saya pun mencoba membalas postingan tersebut dengan memberikan link situs Twitter saya.


Setelah beberapa lama jumlah follower saya di Twitter semakin bertambah, saya pun mulai memfollow balik beberapa user Twitter baru. Para user twitter itu ada yang sudah banyak memposting & memiliki banyak follower, ada user yang baru sedikit memposting & memiliki sedikit follower.


Komunikasi di Twitter dengan member-member Koprol ini berjalan dengan lebih intensif. Aneh juga, kenapa kalau dengan sesama user Twitter yang bukan member koprol, percakapannya kurang intensif ya? Malahan ada beberapa member yang kemudian meng add account Facebook milik saya. Suatu misteri komunikasi yang menarik untuk dipelajari.


Kalau sebelumnya saya hanya memforward tulisan saya di Koprol ke Twitter, sekarang saya menulis sendiri postingan di Twitter. Saya terus membaca berbagai hal mengenai social media, bagaimana cara menggunakan Twitter secara lebih efektif. Hal ini didorong oleh keheranan saya akan situs microbloging yang satu ini. Twitter sanagt populer, namun cukup membingungkan untuk membuat diri kita populer di Twitter.


Saat ini, kalau sedang blogwalking, saya lebih memilih memasukan alamat web microbloging milik saya, ketimbang alamat blog ini. Hal ini dikarenakan saya lebih sering mengupdate postingan di microblog ketimbang di blog ini. Komunikasi di microblog juga bisa berjalan lebih sering & lancar, hal ini bisa meningkatkan kepedulian orang lain tentang apa yang saya tulis.



Saat ini saya mulai menggunakan tools semacam: Echofon, Flock Browser, Tweetdeck untuk mulai memahami percakapan di microblog. Twitter search, maupun Google search yg menggunakan data dari Twitter juga mulai saya pelajari. Sekarang mulai ada trend social media yang berbasis lokasi. Meskipun saya kurang senang mempublish lokasi saya di internet, namun saya berharap lokasi yang dishare oleh orang lain bisa membawa manfaat yang baik bagi saya.