Minggu, 21 Februari 2010

RPM

Lagi rame nih soal RPM konten multimedia. Muncul lagi peraturan baru tentang internet di Indo. Cuma yang disayangkan seringkali peraturan yang dibuat membuat sebagian pengguna internet merasa kurang pas dengan peraturan yang diluncurkan itu. Malahan peraturan itu tidak jarang menuai kritikan dari para netter senior, yang sudah lama malang melintang di dunia maya.


Contohnya dulu kasus seorang ibu dengan sebuah rumah sakit di kota besar. Betapa kita melihat masyarakat berusaha memberikan pembelaan kepada ibu itu dari tuntutan si rumah sakit yg menuntutnya dengan udang-undang internet. Bukan berarti kita para netter tidak membutuhkan undang-undang yang berguna untuk melindungi aktivitas kita di dunia maya. Namun yang saya pertanyakan adalah mengapa seringkali dalam penerapannya, yang jadi topik pembicaraan yang ramai dibicarakan, adalah justru undang-undang itu terasa merugikan para netter & berusaha mengekang apa yang bagi netter penting untuk mereka sampaikan di dunia maya.


Dunia maya awalnya memang dilahirkan sebagai tempat kebebasan, pelarian dari dunia nyata yang membosankan bagi sebagian orang. Baik dan jahat semua ada di dunia maya ini. Dan sesungguhnya itulah isi dunia ini. Tuhan telah menciptakan kebaikan & kejahatan itu ada di dunia ini. Namun mengapa ada sebagian orang yang merasa bahwa segala sesuatu di dunia ini haruslah cuma yang baik-baik saja?


Sehingga mereka merasa segala sesuatu yang tidak baik tidak boleh ada di dunia maya ini. Apakah justru mereka yang melakukan itu akan malah menentang kehendak tuhan? Padahal mereka juga mengaku membela tuhan. Kedewasaan dan kebijaksanaan perlu untuk dapat beraktifitas di dunia maya. Memang sejak boomingnya internet di Indo terlihat banyak netter baru/pemula yang terjun ke dunia maya tanpa dibekali pengetahuan yang cukup mengenai internet.


Mereka beraktifitas dengan semaunya, bahkan melanggar aturan yang sudah umum diketahui oleh para netter senior.  Mereka merasa aman melakukan apa saja di internet ini. Sehingga seringkali apa yang mereka lakukan justru membahayakan diri mereka sendiri. Cotohnya saja mereka mngumbar identitas pribadi, foto-foto pribadi. Padahal buat kita yang sudah lama berkelana di dunia maya. Identitas pribadi adalah sesuatu yang mahal, bahkan jejak elektronik kita pun terasa sangat perlu dijaga keamanannya. Sehingga seringkali kita menggunakan identitas samaran atau anonymous.


Kasus yang lagi ramai di angkat di media masa konvensional adalah kasus para abg yang menjadi korban internet, khususnya mereka yang mengalami hal buruk akibat dari aktivitasnya di social media. Bagi saya kayaknya yang salah itu adalah pendidikannya, jadi yang paling penting bukannya penindakan kasus hukumnya. Kasus hukum yang telah terjadi memang perlu dilakukan penindakan yang jelas.


Namun semua pelanggaran hukum itu bisa dicegah dengan pendidikan yang baik. Kita lihat berapa banyak orang tua yang membelikan anaknya berbagai perangkat untuk berinternet, semacam laptop, blackberry, iphone, nexian berry, netbook, dll  ; namun sesungguhnya apakah orang tua itu tau apa sebenarnya internet itu??? Apa para orang tua itu tau aturan yang berlaku di dunia maya ini??? Bahkan apakah mereka juga ikut berinteraksi dengan anak-anak mereka melalui media internet???



Kalau yang saya rasakan justru mereka banyak yang tidak mengerti apa itu internet, palingan cuma tahu sekilas aja. Mereka membelikan semua perangkat itu hanya dikarenakan rengekan anak mereka, mungkin karena alasan trend mode gitu. Nah dari sinilah remaja kita terjun ke dunia maya tanpa bimbingan yang bisa menyelamatkan diri mereka. Mereka mulai meraba-raba, menerka-nerka dunia ini. Mereka hanya mengikuti arus trend apa yang populer di Internet, terkadang melupakan untuk membaca bagaimana cara bersikap yang baik di Internet agar terhindar dari kejahatan.


Kita harus membedakan antara aturan hukum dengan ilmu pengetahuan, kita harus membedakan antara penegak hukum dengan pendidik.  Menurut saya netter kita saat ini lebih memerlukan pendidikan atau pengetahuan tentang internet yang murni merupakan pengetahuan. Sehingga dengan pengetahuan itu mereka dapat berperilaku yang baik dan menyelamatkan hidup mereka sendiri selama beraktifitas di internet.


Bukankah orang yang tidak tahu tidak patut dihukum. Tapi kenapa kita lebih mementingkan aturan hukum ditengah masyarakat yang belum tahu apa yang dibicarakan oleh aturan hukum itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan mengisikan komentar apa aja, bebas aja, disini tempatnya ngomong bebas