Jumat, 25 Desember 2009

GPS Garmin, Google Earth, Java SE

Kemarin handheld GPS Garmin ku sempat tidak mampu mentransfer data-data waypoint yang sudah tersimpan di handheld ke komputer. Padahal sudah instal CD bawaan handheld itu. Akhirnya coba-coba cari cara pemecahan masalahnya di Internet. Terus coba download software MapSource versi terbaru yang juga buatan Garmin. Didownload juga peta Indonesia dari situs navigasi.net yang memang diperuntukan bagi Garmin.


Setelah instal kedua software itu di komputer pada akhirnya handheld Garmin mampu melakukan transfer data ke komputer. Ternyata setelah proses transfer data selesai, data dari handheld langsung dimunculkan di peta navigasi.net dalam wujud bendera-bendera waypoint berwarna biru. Jadi tidak perlu menggambar apa-apa, mungkin hanya perlu mengganti nama waypoint nya saja dan memberi keterangan untuk waypoint itu.


Lokasi yang ada di Mapsource juga bisa langsung ditampilkan di Google Maps & Google Earth. Hanya saja kalau di Google Maps, titik-titik waypoint yang sudah tergambar di MapSource tidak langsung muncul di tampilan Google Maps. Beda halnya dengan Google Earth, disini gambar waypoint dari MapSource akan muncul berupa bulatan, beserta dengan nama waypoint yang telah kita buat di Mapsource. Saya belum mencoba fungsi routing & tracking yang ada di MapSource. Contohnya dengan proses routing, apabila saya sudah menggambar rute di Mapsource, akankah gambar rutenya akan muncul juga di Google Earth, saya akan mencoba hal ini.



Sementara untuk pemrograman Java Standard Edition, saya sudah berhasil mendapatkan tutorial yang cukup bagus mengenai JoptionPane disitus: http://www.java2s.com/Tutorial/Java/  . Source code di situs ini berhasil saya praktekan di Netbeans IDE. Sementara ini masih terus mencari referensi mengenai JoptionPane , di situs SUN Java juga sepertinya ada referensi tentang JoptionPane.

Minggu, 13 Desember 2009

Google Real Time Search, Psikoanalisa untuk Twitter

Google baru beberapa hari yang lalu meluncurkan fitur Google Real Time Search dengan menggandeng penyedia layanan microbloging yaitu Twitter. Jadi sekarang hasil pencarian di Google bisa diupdate setiap menit, dengan update terbaru yang berasal dari tweet di Twitter. Memang ternyata update yang terjadi di Twitter melebihi kecepatan update yang dilakukan oleh situs-situs web di Internet.



Ini juga membuka peluang bagi para member Twitter untuk dikenal secara internasional, bukan hanya di lingkungan Twitter sendiri. Karena kini tweet-tweet yang berada di Twitter dapat dibaca bukan hanya oleh member  twitter namun juga oleh mereka yang bukan merupakan member Twitter. Fenomena ini membuka peluang baru baik bagi Twitter maupun membernya.



Dari sisi Twitter, tentu saja akan lebih memperkuat merek Twitter di kalangan pengguna internet, karena update dari situsnya melebihi kecepatan update dari situs-situs web lain. Tentu saja update dari Twitter ini akan menggeser kedudukan hasil pencarian dari web lainnya di halaman Google.


Bagi pengguna Twitter, tentu saja hal ini akan memperkuat personal branding mereka. Sebelumnya salah satu cara yang populer untuk membangun  personal branding adalah melalui blog. Di blog cukup terasa lebih sulit, karena untuk membangun sebuah artikel kita memerlukan riset & pemikiran yang agak mendalam. Sehingga update tidak bisa dilakukan dalam frekwensi waktu hanya beberapa menit. Belum lagi masalah Search Engine Optimization, kita harus bersaing dengan blog & situs web lainnya untuk dapat berada di posisi halaman pertama Google Search.



Sementara kalau di Twitter, urutan kemunculan tweet kita di halaman hasil pencarian Google di tentukan oleh waktu kita memposting tweet itu. Mungkin suatu saat akan muncul juga ilmu SEO untuk Twitter. Akan muncul persaingan diantara para member Twitter untuk menjadikan tweetnya sebagai tweet yang paling dicari di Google. Kemungkinan akan muncul guidance/petunjuk tentang hal ini di situs-situs SEO.



Dari hasil browsing kemarin saya menemukan sebuah kajian baru di disiplin ilmu kejiwaan. Saya menemukan sebuah artikel di Internet yang membahas tentang penerapan ilmu Psikoanalisa dalam mengkaji tweet-tweet yang ada di Twitter. Kalau sebelumnya Psikoanalisa sudah lazim digunakan untuk mengkaji teks karya sastra semacam novel, puisi, drama. Maka sekarang terbuka peluang untuk mengkaji makna yang tersembunyi di balik tweet-tweet.



Terbuka peluang bagi kita untuk mempelajari alam bawah sadar para pengguna Twitter dengan mempelajari tweet-tweet mereka menggunakan ilmu Psikoanalisa. Katanya penerapan ilmu Psikoanalisa ini akan efektif pada tweet-tweet yang berupa dialog. Memang sebagai kajian yang baru saja muncul, sepertinya kajian ini akan banyak menimbulkan pertentangan & keraguan. Seperti bagaimana Sigmund Freud dulu pertama kali merintis teori-teori Psikoanalisa.

Minggu, 06 Desember 2009

Racun Pada RSS Feed Twitter, Ping Untuk Koneksi Facebook – Koprol (BETA)

Kemarin RSS Feed untuk Twitter yang ada di blog ini sepertinya telah diracuni, maksudnya mungkin ada seseorang yang telah mengubah path RSS nya ke Twitter lain. Sehingga RSS itu telah saya hapus & saya gantikan dengan Shoutbox. Memang aplikasi pihak ketiga seringkali membawa kerawanan terhadap web. Sering ada celah keamanan di aplikasi tersebut yang dapat dimanfaatkan penjahat dunia maya untuk menyusup.



Sementara untuk situs Koprol, sudah sejak mendaftar di Koprol saya mengaktifkan fitur Facebook Connect & Twitter Connect, sehingga memungkinkan ketika saya posting di Koprol maka postingan itu juga akan masuk di status Facebook maupun Timeline Twitter saya. Namun aplikasi ini tidak beroperasi dengan benar sejak saat itu. Status saya di Facebook & Timeline saya di Twitter gagal di update walaupun saya posting hampir setiap hari di Koprol.



Akhirnya ada seorang teman di Koprol yang memberikan pencerahan, bahwa sebaiknya kita melakukan ping terhadap situs Facebook & Twitter agar postingan kita di Koprol bisa masuk/mengupdate Facebook & Twitter. Dalam percobaan yang saya lakukan baru berhasil untuk situs Facebook. Situs Twitter masih gagal diupdate dengan cara ini. Caranya dengan membuka browser, buka 2 buah tab, satu untuk halaman Facebook & satu lagi untuk halaman Koprol.



Login di kedua situs itu, pastikan anda telah mengaktifkan layanan Facebook connect & Twitter connect di Account Koprol anda (anda bisa memeriksanya di bagian Setting-Sharing pada halaman Koprol). Dan pastikan pula bahwa aplikasi Koprol di Account Facebook anda telah memiliki izin untuk mengupdate status anda di Facebook (lihat di bagian setting aplikasi di halaman facebook). Lakukan pemberian izin dengan cara mencentang check box yang ada.



Kemudian coba anda posting kalimat di koprol & kemudian buka halaman Profil facebook anda, lakukah refresh halaman, lihat apakah status facebook anda telah sama dengan kalimat yang anda posting di Koprol. Kalau belum buka aplikasi Command Prompt di OS Windows, kemudian jalankan perintah ping terhadap situs Facebook. Yaitu dengan mengetikan tulisan: ping www.facebook.com  .



Setelah itu tekan tombol ENTER di keyboard PC/Laptop anda. Maka proses ping sedang berjalan. Setelah proses ping selesai, kembali buka halaman koprol anda dan postingkan kalimat disana. Setelah terposting, buka halaman Profil facebook, refresh halamannya, lihat apakah status anda telah berubah. Jika belum juga lakukan proses ping di Command Prompt Windows, posting di halaman Koprol, refresh di halaman Profil Facebook secara berulang-ulang & perhatikan hasilnya.



Jika cara ini belum berhasil juga, maka coba buka aplikasi Koprol yang ada di facebook anda. Masuk ke halaman Koprol melalui aplikasi itu. Langsung saja menuju ke bagian Setting, kemudian pilih halaman Sharing, lihatlah di bagian Facebook Connect. Maka kini telah muncul sebuah tulisan berwarna biru, bercetak tebal. Klik di tulisan itu, maka akan muncul pop up window untuk otorisasi koneksi facebook-koprol. Klik saja tombol OK/Next yang ada di window itu. Maka akan muncul pesan bahwa facebook akan mengingat koneksi itu untuk selamanya.


Coba lagi ping di Command Prompt & posting di Koprol, kemudian refresh halaman Profil facebook anda. Jika kalimat di status facebook anda telah sama dengan kalimat yang anda postingkan di koprol, berarti anda telah berhasil mengupdate status Facebook anda melalui Koprol. Catatan: dari pengalaman saya mencoba memecahkan problem ini, sepertinya tulisan berwarna biru, bercetak tebal yang ada di halaman Setting-Sharing-Facebook Connect itu belum muncul sebelum kita melakukan proses ping, posting, refresh berkali-kali. Saya juga kurang faham apakah ini bug atau memang prosesnya harus seperti itu.


Saya berharap di kemudian hari proses mengkoneksikan antara Koprol dengan Facebook, tidak lagi memerlukan proses ping yang agak rumit ini.

Sabtu, 05 Desember 2009

Review Google Wave

Kemarin sudah berhasil daftar ke Google Wave & mendapatkan undangan Google Wave. Pas sore itu cepat banget setelah mendaftar langsung mendapatkan undangan. Sore itu juga langsung nyobain Google Wave. Ternyata tampilan versi preview nya ini masih sederhana. Tapi pas lihat video & baca tutorialnya, terlihat banyak juga fitur  yang ditawarkan.


Setelah mendaftar punya 8 undangan buat mengundang orang lain untuk mencoba Google Wave. Ternyata teman pertamaku di Google Wave kudapatkan dari situs www.koprol.com . mereka minta aku kirimi undangan. Lama kelamaan jadi kenal banyak member Koprol yang juga jadi member Google Wave. Google Wave ini mirip e-mail, tapi juga bisa buat chatting (malahan lebih canggih daripada fitur chatting lainnya, karena bisa Real Time Typing), bisa juga sebagai tempat sharing video, foto, file, dokumen dari Google Docs, bisa buat update status di Twitter.



Kalau buat update status di Facebook, ada fitur yang namanya Robot Tweety. Robot disini semacam bot yang biasa dipakai di dunia chatting. Robot bisa melakukan berbagai tugas & menambahkan fungsionalitas pada Google Wave. Jadi bisa juga kita menganggap si Robot sama dengan plug in atau add on pada software browser kita. Di Google Wave dikenal juga lho plugin. Biasanya untuk wave yg mengandung video dari Youtube maka ada logo warna hijau yang memiliki tooltip “plugin” .



Wave nya bisa diatur bersifat Public atau Private (komunikasi antar sesama teman). Kalau untuk yang Public kita harus menambahkan seorang teman yang juga merupakan bot dari Google Wave. Bot ini memiliki gambar icon Bola Dunia.  Kalau wave kita bersifat Public, maka bisa ditemukan & diakses oleh semua anggota Google Wave, dengan mengetikan kata: with:Public  di kotak pencarian di atas bagian Inbox.



Kalau misalnya ingin mencari wave yang berbahasa Indonesia, saya menggunakan kata kunci: with:Public indonesia . Walaupun hasilnya tidak seluruhnya adalah wave yg berbahasa Indonesia.  Sampai dititik ini, wave akan terasa bagaikan forum diskusi atau mailing list, malahan kita tidak perlu melakukan proses subscribe & unsubscribe untuk bisa mengikuti diskusi di wave-wave public itu.



Wave public juga bisa jadi sarana saling berkenalan antar sesama pengguna Google Wave, bisa untuk cari teman sehobi yang akan ditambahkan  ke daftar kontak kita. Menurut saya dengan menggunakan Google Wave kita tidak perlu memiliki e-mail client lagi semacam Outlook Express atau Thunderbird. Semua pesan diskusi bisa diikuti melalui halaman web Google Wave. Dan kita tidak perlu direpotkan dengan ratusan e-mail milis yang masuk ke komputer kita, tidak perlu menghapus e-mail - e-mail milis yang banyak & belum sempat dibaca.



Lagi pula forum atau mailing list di Google Wave juga bisa jadi arena Real Time Chatting atau Real Time Conference, karena kalau ada user lain yang sedang online di wave itu, kita bisa langsung melihat huruf demi huruf yang diketikan oleh user lain secara Real Time, jadi kita bisa langsung saling menanggapi. Sepertinya dimasa yang akan datang peranan e-mail memang akan digantikan oleh Google Wave. Kalangan bisnis pun sepertinya akan melirik Google Wave sebagai media komunikasi bisnis pengganti e-mail. Kalau sudah bergini maka produsen perangkat komunikasi semacam Blackberry yang mengandalkan fitur e-mail sebagai layanan andalan, perlu meredefinisikan e-mail/layanan tersebut.



Google telah mengantisipasi hal itu dengan meluncurkan OS untuk smartphone, yang disebut sebagai Android. Kemungkinan dimasa yang akan datang Google Wave akan diintegrasikan dengan Android. Maka strategi ini bisa jadi halangan bagi produsen Smartphone lain dalam menyediakan layanan bagi komunikasi bisnis. Karena model e-mail konvensional akan digantikan dengan model komunikasi Google Wave.



Untuk menggunakan layanan Google Wave ini memang akan terasa lebih mudah jikalau kita menggunakan Google Chrome Browser. Karena akan terasa lebih lancar & cepat. Mungkin saja coding halaman Google Wave telah dioptimasi untuk browser Chrome. Kita juga bisa memasukan emoticon dalam posting-posting kita di wave. Ini berkat robot emoticony yang akan muncul dengan otomatis bila kita memasukan kode-kode emoticonnya.