Selasa, 13 Oktober 2009

Internet Murah????

Saya lagi merasa aneh nih dengan produk internet broadband unlimited yang ditawarkan di Indonesia. Soalnya mulai dari soal pelayanan sambungan internet nya yang seringkali menuai protes dari para netter di internet, yaitu masalah sering lambatnya koneksi Internet, putus nyambungnya koneksi internet. Sampai saat ini yang lagi ramai dibicarakan para netter yaitu masalah kenaikan tarif koneksi internet broadband unlimited.




Memang sih sepertinya kenaikan tarifnya tidak terkesan secara langsung, tapi secara samar-samar bisa dirasakan. Seperti misalnya pemotongan kuota volume data untuk koneksi internet Flash, atau kenaikan harga voucher internet isi ulang untuk produk broom unlimited dari IM2. Untuk IM2 ini katanya kenaikan harga vouchernya diikuti dengan kenaikan kecepatan koneksi internetnya.



Perubahan-perubahan skema harga/tarif yang dibuat oleh operator ini, membuat kondisi harga sering kali terasa tidak menentu.  Kadang tiba-tiba operator menurunkan tarif hingga serendah-rendahnya, namun tiba-tiba harga naik kembali sehingga terasa mahal. Biasanya pas harga turun para pengguna layanan telekomunikasi di Indonesia beramai-ramai untuk menjadi pelanggan operator itu, namun ketika harga dinaikan ada juga yang merasa kecewa, dan bahkan berpindah ke operator yang lain lagi.




Menurut saya operator perlu konsisten dalam memposisikan harga produknya, janganlah cuma menerapkan harga promo yang bisa berubah sewaktu-waktu. Sehingga diharapkan para pengguna layanan telekomunikasi di Indonesia bisa merasakan kepastian dalam hal tarif layanan telekomunikasi yang mereka gunakan.



Untuk internet wireless broadband, memang dari segi harga perangkat modem USB, mengalami penurunan harga yg signifikan dari di masa-masa awal yang berkisar di harga satu juta ke atas hingga saat ini harganya berada di bawah 1 juta rupiah. Namun mengapa harga koneksi internet sepertinya sulit untuk diturunkan secara stabil? Saya mengatakan tarif internet tidak turun secara stabil, karena terkadang tiba-tiba harga jasa layanan internet tiba-tiba bisa dirasakan oleh konsumen menjadi mahal.



Sepertinya lingkungan bisnis perusahaan yang memproduksi hardware layanan telekomunikasi berbeda dengan lingkungan bisnis para operator penyedia layanan koneksi telekomunikasi. Kalau di bisnis perusahaan yang memproduksi hardware, bila teknologi sebuah hardware sudah mulai usang maka otomatis harga perangkat itu bisa diturunkan secara teratur. Namun di bisnis operator penyedia layanan koneksi tidaklah seperti itu, terkadang harga layanan yg walaupun teknologinya sudah agak lama, dan sudah ada teknologi baru yang menggantikannya, namun skema tarifnya masih bisa dibuat naik turun.



Kalau menurut saya untuk penyedia layanan telekomunikasi, harga tarif layanannya yang memang bisa dirasakan turun adalah sambungan telepon kabel, untuk layanan internet kabel seperti telkom speedy harga berbanding kualitasnya juga bisa dirasakan lebih murah dibandingkan layanan telekomunikasi wireless. Ini mungkin karena sudah semakin sedikit orang yang menggunakan telepon kabel untuk berkomunikasi, sementara dari sisi jaringan kabel, telkom telah memiliki jaringan yang memadai, sehingga telkom berusaha memaksimalkan pemanfaatan jaringan yang telah dibangun dengan gencar mempromosikan penjualan telkom speedy, membuat skema tarif yang stabil untuk layanan telepon kabel.


Dan inovasi baru yang gosipnya akan diluncurkan melalu jaringan kabel adalah layanan cable TV oleh telkom. Sementara ada juga operator diluar telkom yang mencoba menggarap layanan melalui kabel ini. Yaitu First Media, melalui produk Kabel Vision & Fastnet. First Media juga berusaha membuat kualitas layanan berbanding harganya mampu menyaingi produk kabel dari telkom. Berarti kondisi perang tarif & perang pemasaran di ranah layanan kabel kembali menghangat.



Telkom tidak bisa mendapatkan status quo nya dalam ranah bisnis telekomunikasi menggunakan jaringan kabel. Maksudnya telkom tidak bisa menjadi satu-satunya operator yg menyediakan jasa telekomunikasi menggunakan layanan kabel. Tapi menurut saya dari segi waktu bisnis, First media masih harus membangun jaringan-jaringan untuk beberapa tahun ini agar dapat menyaingi telkom di ranah layanan telekomunikasi melalui kabel. Sehingga dalam beberapa tahun ini First Media masih membutuhkan biaya operasional & investasi yang besar. Sehingga harga murah yang ditawarkan oleh First Media menurut saya masih belum bisa dianggap stabil, jadi bisa saja masih merupakan tarif promo yang sewaktu-waktu bisa dinaikan.



Sementara untuk telkom yang jaringan kabelnya sudah terbangun di berbagai wilayah di Indonesia sejak bertahun-tahun yang lalu, walaupun saat ini mungkin harga jasa telekomunikasi melalui kabelnya lebih mahal daripada yang ditawarkan oleh First Media, namun menurut saya tarifnya bisa lebih stabil untuk tahun-tahun yg akan datang.



Kalau menurut saya dari segi harga & teknologi, bagi para konsumen, jaringan kabel masih lebih terjangkau daripada wireless. Terutama buat mereka yang sudah mempunyai jaringan telekomunikasi melalui kabel di rumahnya. Atau kalau kita mau lebih murah lagi dalam hal telekomunikasi kita sebaiknya bergabung saja dengan ORARI & membeli radio CB.
Blogged with the Flock Browser

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan mengisikan komentar apa aja, bebas aja, disini tempatnya ngomong bebas