Rabu, 20 Mei 2009

Para Produsen Smartphone Mahal Disuruh Berinvestasi Di Indonesia

kemarin detikinet mengeluarkan berita soal RIM yang disuruh bikin support center, fasilitas produksi, dan kantor perwakilan di Indonesia. mungkin maksudnya biar layanan purna jual bisa lebih terjamin & harga blackberry bisa diturunkan. tapi kalau di berita kayaknya RIM nggak langsung mau bikin fasilitas itu. kayaknya indonesia mau blackberry jadi mass product namun RIM mengiginkan Blackberry tetap menjadi segmented product/produk eksklsif.


sehingga RIM tetap ingin blackberry di beli dengan harga mahal, hanya diperoleh ditempat tertentu, layanannya pun hanya bergantung pada operator tertentu. sehingga nggak bisa seenaknya pindah-pindah operator gara-gara perang tarif. dengan cara ini pula mungkin RIM ingin membuat agar para operator di indonesia tidak melakukan perang tarif dalam layanan Blackberry mereka. karena kalau sampai terjadi perang tarif bisa-bisa para operator menuntut kepada RIM agar tarif Blackberry Connect diturunkan. akhirnya kan RIM akan terikut-ikut kena imbasnya.


mungkin RIM telah belajar dari apa yang terjadi pada produsen seperti Nokia, Sony Ericsson, Samsung, Motorola. smartphone podusen-produsen ini bersifat unlock, bisa ganti-ganti operator semau penggunanya sendiri. tentu aja pengguna smartphone di indonesia maunya pakai operator yang kasih harga paling murah saat itu. kan sekarang semua operator layanan nya hampir sama, semua udah punya 3G-3,5G. jadi tinggal harga yang menetukan.


akibatnya operator berlomba-lomba kasih harga murah, jaringan jadi padat, konsumen kecewa karena kualitas koneksi yang kadang memburuk. akibatnya tidak semua fitur smartphone itu dapat berjalan mulus. jadinya tidak bisa merasakan kecanggihan smartphone dengan maksimal. RIM mungkin tidak ingin ini terjadi pada smartphone nya. jadi mereka membiarkan Blackberry tetap terkunci pada operator tertentu. harganya tetap dijaga tinggi agar eksklusivitasnya terjaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan mengisikan komentar apa aja, bebas aja, disini tempatnya ngomong bebas