Rabu, 09 Maret 2011

Awal Berkenalan Dengan Linux


Setelah sekian lama ingin menginstal Linux, akhirnya terinstal juga nih Linux Ubuntu 10.10 di Laptop Axioo. Diambil tindakan radikal, dengan memformat keseluruhan hardisk yang sebelumnya didiami oleh Windows XP Professional yang original.


Karena bingung kalau mau instal Linux bersebelahan dengan Windows, lagipula hardisknya cuma 40 GB. Hebat nih sih Ubuntu Maverick, dari live cd yang dijalankan, dia bisa memformat keseluruhan hardisk yang berisi windows XP professional dan seluruh software dan driver-driver nya. Untuk kemudian menginstalkan dirinya diatas hardisk itu.


Sebelumnya saya belum pernah bisa menginstal sistem operasi sendiri. Dulu juga tidak bisa menginstal windows. Jadi linux ubuntu 10.10 ini merupakan sistem operasi pertama kali yang saya instal sendiri. Ternyata proses instalasi Linux ini sangatlah mudah. Si Linux bisa jalan sendiri, yang penting sudah dikoneksikan dengan internet.


Cuma yang agak mengesalkan adalah saat mendownload Language Package & Packages yang waktu download nya sangat lama, kecepatan downloadnya juga tidak menentu, seolah-olah proses downloadnya tanpa akhir.


Akhirnya karena khawatir tagihan Telkom Speedy membengkak maka saya matikan modem Speedy nya dan proses download package tidak sampai selesai. Akhirnya sepertinya si Ubuntu cuma menginstal package yg berhasil di download aja. Sampai disini cukup bingung juga dengan proses download saat menginstal itu, tidak pernah saya alami hal itu pada saat menginstal windows.

Jadi dalam anggapan saya yang masih awam soal Linux ini, file instalasi ubuntu sebesar 700 MB yg saya download dulu ternyata masih kurang untuk menginstal sebuah Ubuntu.

4 komentar:

  1. salam kenal....
    saya jg baru install ubuntu..masih bingung sana(i) ngoprasikannya...sy mau tanya...apakah install dual os itu berdampak buruk pada hardisk?soalnya sy pake dual os, xp ama ubuntu...trims sebelumnya..

    arya

    BalasHapus
  2. @Arya menurut saya tidak akan membawa dampak buruk. hal ini dikarenakan Ubuntu memang dirancang untuk bisa dijalankan berdampingan dengan OS Windows. kan di Ubuntu sudah ada fitur Loader. yang akan membuat kita bisa menentukan OS mana yang akan kita load saat start up.


    cuma saya pernah dengar kadang ada masalah pas kita instal 2 OS di satu hardisk yg sama itu, masalahnya kadang timbul saat kita menginstal aplikasi tertentu di salah satu OS, atau melakukan pemrograman di salah satu OS dan mencoba menjalankan file hasil coding kita. terkadang ada aplikasi, file program yang tidak berjalan dengan baik.


    kalau kita memakai komputer rakitan/PC DeskTop rakitan, saya lebih memilih menggunakan 2 hardisk yg berbeda di 1 PC yg sama. hardisk yg 1 akan saya instal Linux & yg 1 lagi saya instal Windows. sehingga kalau ingin menjalankan salah satu OS, akan saya tancapkan kabel data ke hardisk yg berisi OS itu. sementara hardisk yg berisi OS yg lain, hardisk nya tidak perlu ditancapkan ke kabel data. jadi lepas tancap secara manual di PC.

    BalasHapus
  3. oh gitu ya...sy install dual os pake laptop...kadang kadang suka hang waktu proses booting nya.sy sih pengenya pake linux aja.karena masih kesulitan jadi saya install dual os...tjuan sy pke linux krn dnger2 linux lebih mendukung untuk pemrograman...

    Arya

    BalasHapus
  4. @Arya tidak apa-apa instal dual OS dulu, memang kalau mau migrasi ke Linux perlu dilakukan secara bertahap. saya setuju dengan pendapat anda, saya juga merasakan bahwa Linux lebih mendukung & memberikan kebeabsan jikalau kita ingin belajar pemrograman & jaringan. karena sifatnya yg open source(boleh dilihat & dimodifikasi source code nya), tersedia komunitas buat kita bersama-sama membangun software berbasis Linux. juga karena Linux merupakan turunan dari UNIX yang sudah terbukti memang handal di bidang jaringan komputer.


    banyak tersedia tools pemrograman & jaringan yg bisa didownload secara gratis & legal(nggak perlu dibajak pakai crack) di Linux . jadi kita bisa belajar secara lebih bebas & murah dengan Linux. kan dalam belajar pemrograman & jaringan komputer kita perlu juga memahami OS yg dipakai. tidak bisa belajar secara mendalam di Windows, karena Windows tidak mengizinkan kita melihat source code atau bagian tertentu dari OS nya.

    BalasHapus

silahkan mengisikan komentar apa aja, bebas aja, disini tempatnya ngomong bebas